*

*
Powered by Blogger.
Showing posts with label My Life My Experience. Show all posts
Showing posts with label My Life My Experience. Show all posts

Monday, 1 September 2014

Potret Masa SMA

Posted By: Unknown - 9:45 am

Beberapa waktu lalu saya sempat dikejutkan dengan sebuah foto postingan salah satu teman SMA saya di grup Kelas IPA II Smagaboy, akronim dari SMA N 3 Boyolali. Sebuah foto yang biasa saja, namun memiliki makna yang sangat mendalam didalam lubuk hati saya. Saya sempat terenyuh, merinding, sebuah memori lama tiba-tiba diketuk dengan santun. Hati saya bergetar, merangsang memori saya untuk mengingat kembali beberapa tahun kebelakang. Beberapa kenangan yang tentu tak akan pernah lekang dalam ingatan saya.

Dari pojok kiri atas ada mbak Daryani, Desi, Desi lagi, Dian S, Dian DP, Eko Rege, Fitria, Karina, Lutfi, Naila, Neni, Novidas, Memed, Rizki, Isna, Vina ucik, Vino, Satya, Jumi, Gendut, Yuliana, Siti, Agustia, Alm Ahmad –semoga mendapat ketenangan disisi Alloh– dia temen gw yang paling baik dan ganteng, Ridwan pretto, Boniyem, Jangga, Yana, Dodi, Eni Nur, Habib, Heni, Heni mbokde, Ike, Nanik, Otik, Risma, Ulfa, Saya dan terakhir Wawan.

Hhhmmm, saya hanya bisa tersenyum sendiri saat mengingat-ingat apa yang sudah saya alami saat SMA dulu. Saat menulis ini pun saya masih senyum-senyum sendiri. Kisah masa lalu memang hanya sekedar kenangan, namun, ia juga mampu mengingatkan kita betapa waktu sangat berharga dan terlalu bodoh untuk kita sia-sia kan.

Mengingat masa SMA, tentu meninggalnya Ahmad ada dibarisan terdepan. Bukannya saya tidak ikhlas, namun adalah kehilangan teman suatu yang menyedihkan. Namun apa daya, saat ini semua yang terbaik ialah yang telah Ia takdirkan, segala do’a dan hikmah dalam kepulangannya merupakan suatu nilai kehidupan yang hendak Ia tunjukkan kepada kita yang masih tetap bernafas. Namun petunjuk hanya bagi kita yang mau berfikir.

Momentum Ujian Nasional memiliki tempat tersendiri dibenakku. Bagaimana tidak, peringkat pertama kedua dan ketiga diperoleh Risma, Dodi dan saya sendiri. Kelas IPA II “merajai” nilai UN di Smaga saat itu. Tetapi saya tak berbahagia saat itu. Eni Nur menjadi salah satu diantara dua siswa SMA yang tidak lulus diujian yang pertama. Dia harus mengikuti ujian susulan untuk memperoleh ijasah. Waktu itu saya pribadi belum mengerti akan mahalnya nilai kejujuran.

Sewaktu hari UN berlangsung, saya sama seperti yang lainnya, menunggu bocoran jawaban dan kerjasama saat ujian. Namun Eni berbeda. Dia tipe perempuan yang tak mau mengikuti arus, jika ternyata arus tersebut salah, ia akan melawannya dengan segala resiko, asal budi pekerti tetap terjaga. Momen itulah yang menginspirasi saya untuk menulis sebuah artikel tentang mahal dan besarnya balasan dari sebuah kejujuran. Alhamdulillah. Segala cobaan tuntas ia hadapi. Segala kebaikan bermuara kepada kebaikan. Ia lulus dan sekarang telah bekerja. Sedang saya masih sibuk menyusun skripsi.

Memasuki bangku kelas tiga, sebuah tragedi “mengerikan” terjadi. Suatu waktu seusai shalat, atau seusai mengikuti pengajian saya lupa, Fitria, disrempet seseorang yang mengendarai motor dengan sangat kencang. Fitria yang baru saja mencicipi harum bau surga harus memperoleh cobaan yang sangat berat. Karena insiden tersebut, ia harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan luka yang cukup serius karena benturan di kepalanya. Beberapa memori harus ia lupakan, ia sedikit amnesia dan mengalami penurunan kerja pada beberapa syarafnya.

Beberapa kali kami satu kelas mendatangi rumah Fitria, sekedar menghibur dirinya dan menunjukkan rasa simpatik serta dukungan kami untuk dirinya. Kami hanya ingin mengatakan, “Fitria, kamu nggak sendirian kok. Kami keluarga kamu juga.”. Beberapa kali kesempatan kami masih berkunjung ke rumahnya, terutama di momen lebaran atau liburan semester. Bukankah mengikat tali persaudaraan adalah sebuah akhlak mulia! Sebagaimana yang diajarkan oleh tuntunan kita. Sekali lagi Alhamdulillah. Sekarang Fitria sudah jauh lebih baik dan semoga akan benar-benar sembuh dalam waktu dekat. Aamiin.

***
Dari ke-39 anak tersebut –diluar ahmad– sudah ada beberapa yang menikah, setahu saya Daryani, Dian S, Heni mbokde dan Novidas beberapa waktu lalu. Selamat ya buat kalian. Semoga kalian bisa menjadi istri yang baik bagi suami, bisa menjadi guru dan panutan bagi anak-anak kalian. Satahu saya, anak yang shalih adalah harta yang paling mahal. Menjadi kebanggaan dan pendo’a mujarab ketika kita sudah tiada. Maka, selamat belajar dan berjuang kembali untuk membesarkan buah hati, dan selamat membina rumah tangga bahagia masing-masing. Do’a saya untuk kalian. Aamiin.

Yang katanya mau menyusul menikah, hehe. Yana, Desi sintil, Habib mungkin haha. Ya semoga dilancarkan semuanya. Yang sudah kerja, ya selamat kerja. Saya pernah baca buku da nada sebuah pesan dari Buya –sebutan kyai di Sumatra utara– HAMKA, ketua MUI pertama, beliau mengatakan,

“kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera dihutan juga kerja.”

Artinya, hiduplah sebagai manusia sebagaimana yang telah dituntunkan dalam kitab suci Al Qur’an. Kalau bekerja juga dengan sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah. Niatkan hidup untuk memperoleh kebaikan serta menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Saat bekerja-pun oleh karena ingin memperoleh keberkahan untuk keluarga dan dilakukan dengan cara yang baik dan benar –halal– pula.

Satu lagi lupa, bagi yang sudah wisuda, semoga cepat memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Ehem, yang masih menyusun skripsi, semoga diperlancar. Aamiin 100kali. Yang sedang bimbang semoga lekas diberi petunjuk. Buat semua anak IPA II, apapun yang kalian inginkan, semoga tercapai apa yang kalian inginkan, suatu saat. Asal kita berbuat baik, menjadi orang baik, nanti kita pasti mendapat kebaikan pula. Karena sesungguhnya tak ada kebaikan melainkan akan dibalas dengan kebaikan pula. Surah Ar Rahman (55) ayat 60.

***
Nakal. Masa SMA penuh dengan dosa dan baru saya sadari sekarang. Kok dosa?. Sebentar, pertama-tama, kalian harus memahami kedudukan seorang guru, dinegara manapun di dunia ini guru pasti memiliki kedudukan yang sangat dimuliakan, pun dalam kaidah agama. Sewaktu SMA dan berimbas sampai sekarang, kami suka memanggil guru dengan nama samaran, hingga sampai saat ini kadang saya lupa siapa nama asli beliau. Contoh, Bu Prenjak, guru bahasa Indonesia yang saya lupa nama aslinya. Pak Batosai, guru matematika, saya juga lupa nama aslinya. Haduuuh. Itulah kami, nakal.

Pernah suatu saat, ibu kimia saya lupa namanya –saya lemah saat mengingat nama orang–, saat kelas tambahan karena mendekati UN, semua cowok meninggalkan kelas, mbolos, kecuali saya dan dodi mungkin, atau siapa saya lupa, tapi yang pasti saya nggak ikut mbolos. Alhasil, saat menerangkan pun beliau agak sedikit lemas karena merasa diremehkan oleh murid-muridnya. Besoknya, mereka dipanggil ke ruang guru. Dan kita semua tahu, kepala gengnya ya si Wawan, nama kerennya Wawung, keren kan!?

***

Walau nakal. Bagi saya usia SMA adalah usia labil, terutama cowok, mereka dituntut mencari kehebohan sebagai perwujudan eksistensinya dilingkunagan sekitar. Mungkin bukan nakal ya bahasanya, tapi usil. #pembelaan. Rasanya masih banyak memori yang terlalu panjang untuk saya jadikan sebuah tulisan. Tetapi sayang kalau tak sekalian menulis beberapa hal unik dari masa SMA. Ini beberapa diantaranya.

*Di pasang-pasangkan seolah-olah pacaran

Ada Gendut-Isna, Satya-Boniyem, Saya-Vina, Wawung-Jumi, Rege-Desi Sintil, Ike-Memed, siapa lagi ya… ya itulah. Saya lupa. Ada satu kasus unik. Namanya Vino, dia tidak dipasang-pasngkan, tetapi memiliki pasangan sendiri, namanya Aini. Orang mana dan kayak apa orangnya pun kami tak tahu. Namanya masa SMA, penuh akan nilai-nilai Absurb haha.

*Terjatuh dari motor

Saat mau menjenguk Fitria yang saat itu baru saja kecelakaan. Kami bersama-sama naik motor dengan berboncengan. Ada satu motor ditumpangi oleh Rizki dan Heni Yuliana. Di suatu jalan, entah bagaimana ceritanya, Heni terjatuh dari motor tanpa diketahui oleh Rizki yang memegang stir. Rizki baru sadar kalau dia kondisi sendirian saat ditanya sama salah satu diantara kami, “ki, Heni mana?”. Saat menengok spion, ternyata Heni nggak ada. Laah. Bagaimana dia bisa jatuh, trus, dimana jatuhnya? Untung Heni nggak papa. Syukurlah.

*Kakak Beradik, Memed Rege.

Dari kelas satu sampai kelas tiga, mereka selalu satu bangku. Main PES bareng, kemana-mana sering bareng. Bahkan sampai sekarang. Memed badannya lebih kecil dibanding Rege, walaupun secara usia Rege lebih muda. Namun, disini Rege sebagai seorang kakak dan Memed sebagai adik. Dan ada sebuah anekdot, saat mereka berdua menyelisihkan tentang suatu hal, Memed selalu kalah dan hingga ada sebuah persepsi, “mesti Memed diapusi Rege (pasti Memed dikadalin sama Rege)” itulah mereka.

Semarang, 1 September 2014, saya menulis ini karena kangen IPA II Smagaboy. Semoga kalian berkenan membaca sedikit cerita saya. Kalaupun ada yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Semoga kalian semua sukses disana. Do’a tetap saya panjatkan untuk kalian. “Ya Rab kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, aamiin.”

Sentun.





Sunday, 8 June 2014

Surat Anak Jalanan

Posted By: Unknown - 3:11 am

***

Assalamu’alaikum…

Selamat malam teman. Sudah lama jemari tak menyapa tulisan. Belum pandai pula aku menulis sajak romantis. Entah mengapa. Tak apa, toh aku masih bisa berbagi sedikit cerita dengan kalian. Tulisan yang aku buat seusai istirahat. Pukul, 12.55 malam, saat hari sabtu berganti menjadi hari minggu. Atau hari Ahad saya bilang. Begini ceritanya.

Pukul 23.00 seusai bermain futsal di calcio, kami berenam melepas lelah di sebuah angkringan samping jembatan layang, ngesrep. Beberapa saat kami melepas lelah dan saling melempar canda. Hingga rasa lelah tersebut perlahan teratasi. Kami menyudahi istirahat. Beberapa rupiah kami keluarkan untuk membayar jajanan murah yang barusan kami makan. Kemudian bergegas pulang.

Perlahan aku berjalan menuju motor yang terparkir di bahu jalan. Fikirku teralihkan, tertuju pada seorang anak kecil yang duduk dibahu jalan tak jauh dari motorku. Menurutku, ia seumuran siswa kelas 2 SD.  Secara kasat mata ia terlihat seperti anak jalanan. Ia nampak sibuk memperbaiki ikatan tas kecil yang ia sematkan dipinggang. Kail perekat ikatan nampaknya sudah rusak. Kemudian ia menggantinya dengan sebuah kabel kecil yang masih terdapat solder diujungnya.

Ketika ku tanya siapa namanya, ia tak menjawab. Kemudian aku tanyakan di mana ia tinggal, ia menjawab Mranggen. Sebuah daerah perbatasan kabupaten Demak dan kota Semarang. Kurang lebih menempuh perjalanan motor selama 45 menit dari ngesrep. Mungkin bisa anda bayangkan? Anak seusia dia “bermain” sejauh itu dan ditengah malam pula. Apakah tidak ada taman bermain disana? Entahlah.

Satu lagi pertanyaan yang belum terjawab. Dengan apa ia pulang ke Mranggen!? Naik angkot? Nggak ada transportasi umum ditengah malam. Namun aku sudah terlanjur balik ke kos 7D. Lagipula, ia mulai tak nyaman menerima beberapa pertanyaanku. Memang seperti itulah anak jalanan. Kadang dipaksa oleh “orang tua asuh” untuk tidak banyak bercerita kepada orang lain.

***
Kemisikinan merupakan salah satu akar dari permasalahan bangsa, sebab dan akibatnya pun sangat beragam. Tak cukup kemampuanku untuk menganalisanya satu persatu. Yang jelas. Tak mungkin seorang anak kecil memilih bahu jalan sebagai tempat bermain, ditempat yang jauh dan ditengah malam pula. Padahal seusia dia, saya sudah dicari oleh orang tua ketika adzan maghrib berkumandang namun saya belum balik rumah.

Eksploitasi tak bermoral terhadap anak sangat ditentang oleh aturan negara, terlebih aturan agama. Anak adalah sebuah karunia. Investasi kita ketika jasad berdiam di liang lahat. Kelak di pundak mereka pula nasib bangsa diamanahkan. Kondisi mereka sekarang adalah cerminan wajah bangsa berpuluh tahun kedepan. Jika hak memperoleh kasih sayang, pendidikan moral dan ilmu pengetahuan tak mereka dapatkan, bagaimana kualitas bangsa kita kelak?. Seperti itu lah…

Mungkin sekarang anda sedikit sadar, namun itu saja ternyata tidak cukup. Terfikirkan kah anda untuk ikut turun tangan mengatasi permasalahan tersebut? Jika belum tentu anda harus lebih banyak bersyukur. Jika anda memiliki kesadaran untuk mencerdaskan anak bangsa, termasuk anak jalanan, maka mulailah take action sekarang juga.

“Berhentilah mengutuk kegelapan, mulailah menyalakan lilin.”

Salah satu saran dari saya untuk anda (baca: mahasiswa) adalah join ke komunitas sosial. Kembangin ide dan rasa empatik kalian disana. Syukur syukur bisa mengajak beberapa teman untuk membentuk sebuah komunitas sosial pendidikan. Berapa banyak pahala yang kalian dapatkan. Banyak. Kedua mungkin bisa dengan menyumbangkan donasi secara kontinu kepada lembaga sosial pendidikan yang anda percayai.

“Lanjutkan rasa peduli anda menjadi sebuah tindakan nyata. Walau kecil, namun itu lebih berarti daripada sekedar rasa peduli berlebih”

Mari bersama sama kita mengurai benang kusut permasalahan bangsa. Mulai sekarang juga. Dengan hal kecil, sebisa anda melakukannya. Sekarang. Dan jadilah manusia terbaik, yang bermanfaat bagi orang lain. Khoirunnas anfa’uhum linnas.

Wassalamu’alaikum…




Monday, 5 May 2014

Melunasi Janji Kemerdekaan

Posted By: Unknown - 3:04 am
Sore tadi (minggu, 4 mei 2014) aku mendapat beberapa hal menarik di Gramedia Pemuda, kota Semarang. Biasanya aku kesana untuk sekedar membaca dan mengAutiskan diri dengan membaca sinopsis setiap buku yang bercover menarik. 

Namun, kali ini aku kesana bukan karena hal monoton itu. Tetapi karena ada sebuah acara bedah buku yang diselenggarakan oleh komunitas Turun Tangan Semarang dengan tajuk safari buku. Buku yang dimaksud adalah buku “Melunasi Janji Kemerdekaan”.

Pembicara ada tiga orang. Pertama adalah mbak Dian, seorang dosen USM dan juga salah seorang relawan Turun Tangan Semarang. Kedua ada bapak Sapto. Seorang lelaki uzur yang berprofesi sebagai seorang wartawan senior. Ketiga. Tentu ini yang membuat kita terus menunggu. Muhammad Husnil. Penulis buku tersebut.

Buku karangan Muhammad Husnil tersebut merupakan sebuah buku biografi seorang tokoh muda Indonesia. Seorang rektor termuda di Indonesia. Ia menempati 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia, versi sebuah studi riset berbasis di negara Yordania. Ia penggagas sebuah gerakan Indonesia Mengajar. Kemudian komunitas Turun Tangan, yang bertagline, daripada urun angan dan lipat tangan, kita lebih memilih turun tangan.

Yahhh, belum disebutin. Hehe. Tentu kalian sudah hampir mengetahui sosok lelaki kelahiran kuningan dan tumbuh kembang dikota Jogja tersebut. Ia bernama lengkap Anies Rasyid Baswedan. Cucu AR Baswedan, pahlawan kemerdekaan pendiri Persatuan Arab Indonesia, organisasi antar orang keturunan arab dengan satu tujuan, proklamasi kemerdekaan Indonesia.

***
Dari tiga kata dalam judul buku tersebut, sudah mampu kita terka apa maksud dari seorang emhusnil –sapaan akrab– mengarang buku biografi tersebut. Ia ingin menyampaikan beberapa fakta-fakta menarik dari diri seorang Anies Baswedan. Dan yang paling membuat saya teringat-ingat sampai saya menulis artikel ini adalah perihal esensi dari sebuah kemerdekaan.

Anies adalah seorang yang secara pendidikan telah mendapatkan segalanya hingga gelar Doktor pun telah ia pegang. Selama ini ia merasa nyaman, tenteram dan aman untuk beraktifitas. Ia juga merasa mendapatkan berbagai kecukupan, bahkan bisa dikatakan telah mendapatkan berbagai kesejahteraan baik jasmani maupun rohani.

Kemudian ia berfikir. Apakah yang telah ia dapatkan, dirasakan pula oleh semua orang dipelosok nusantara?. Tidak perlu jauh-jauh. Bahkan, mereka yang dekat dengan Anies (tetangga di kota Jogja) tak luput dari kekurangan keadaan. Seolah janji kemerdekaan berupa terlindungi, tercerdaskan dan tersejahterakan oleh negara hanya sebuah pepesan kosong. Tak dirasakan oleh segenap rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, Anies mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bahu menbahu bersama, turun tangan langsung untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan yang bermunculan bak jamur dimusim dingin. Dan melupakan cara lama yang hanya sekedar urun angan dan lipat tangan. Sudah saatnya turun tangan menyelesaikan yang sudah seharusnya kita selesaikan. Ya, melalui tindakan nyata.

Karena Indonesia bukan Anies. Anies juga tak akan mampu untuk menyelesaikannya sendiri. Jika ia hendak menyelesaikannya sendiri, berarti ia bagian dari masalah. Namun itu tak dilakukan oleh penggemar serial super hero The Avenger tersebut. Ia terus berusaha mengajak semua orang yang masih memiliki kepedulian dan optimis dengan nasib bangsa untuk sama-sama bekerja keras memperbaiki bangsa. Semua dimulai dari hal kecil dan diri sendiri.

***

Yang telah berani untuk berjanji tentu harus berani pula menepati. Terlindungi, tercerdaskan dan tersejahterakan adalah hak tiap warga negara Indonesia. Dan yang memiliki kewajiban untuk melakukannya bukan-lah pemerintah saja, namun setiap warga negara yang masih memiliki kepedulian, terlebih mereka yang telah merasa terlindungi, tercerdaskan dan tersejahterakan.


Salam dari kawan Relawan Turun Tangan kota Semarang, Jawa Tengah. Salam.



Penulis Buku Melunasi Janji Kemerdekaan, Muhammad Husnil bisa dikepo-in di blog pribadi

Saturday, 3 May 2014

Mimpi Jadi PM

Posted By: Unknown - 10:51 pm

***

Pengajar Muda, mimpi terindah saya dalam waktu dekat ini. Ada sejuta makna menjadi seorang Pengajar Muda [PM]. Kalo Indonesia Mengajar bilang, “setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi”.

Ya. Kurang lebih setahun kita ditempatkan di salah satu dari 17 kabupaten terpencil dipelosok nusantara. Tetapi itu saya anggap sebagai kewajiban, bukan tuntutan. Karena mendidik adalah kewajiban setiap mereka yang terdidik. Karena saya terdidik, maka saya memiliki kewajiban untuk itu.

Hari jum’at, 2 Mei 2014 yang lalu, saya bersama kawan se-visi di komunitas geodet berbagi, namanya enersia, kami mengikuti salah satu event bertajuk roadshow Indonesia Mengajar [IM]. Acara berlangsung di gedung pasca sarjana di kampus Undip Pleburan. Lumayan rame pesertanya, disana kami juga bertemu kawan di komunitas turun tangan, sebuah komunitas inisiasi seorang Anies Baswedan. Saya juga join disana.

[Dari kiri: Lina, Prof Eko, Hikmat dan Andhika]
Event-nya sangat berkualitas, baik moderator maupun pembicara. Nur Novilina, mantan ketua senat fakultas teknik menjadi moderator. Pembawaan-nya sangat luwes, tapi bersahaja sih, setipe aviani malik. Si reporter Metro [mantan stasiun televise kesukaan saya, tidak setelah ada partai nasdem].

Pembicara pertama Hikmat Hardono, direktur eksekutif IM. Kedua ada Prof. Ir. Eko Budiharjo, rektor legendaris Undip, periode 1998-2006 dan pembicara ketiga adalah Andhika Mahardika, pengajar muda alumnus Undip yang telah bertugas selama 14 bulan di Aceh Utara.

Banyak hal tentang IM saya ketahui dari bapak Hikmat, mulai dari filsafat, sejarah, sampai kepada teknis penugasan pengajar muda. Menurut dia, IM ada bukan hanya untuk melengkapi, tapi memperbaiki kulaitas pendidikan bangsa. Bahkan, IM mampu memberdayakan daerah yang “harus” didorong untuk berkembang.

Sementara Prof Eko lebih mengutarakan kondisi pendidikan bangsa lewat kacamata beliau sebagai budayawan dan praktisi akademik. Beliau mengutarakan bahwa persoalan dunia pendidikan seperti perkelahian antar pelajar, dll adalah sebuah dampak dari ketiadaan pendidikan karakter dan moral dalam dunia pendidikan. Bukankah di Indonesia hanya diajarkan ilmu alam? Bagaimana dengan ilmu akhlak?

Hal menarik saya peroleh dari mas Andhika Mahardika. Seorang enginer lulusan Teknik Mesin tahun 2011. Pria asal Pemalang asyik bercerita pengalaman selama bertugas di Aceh Utara. Berbagai macam kegiatan selama mengajar ia utarakan dengan gamblang. Suka duka selama disana. Tetapi ada hal menarik yang saya peroleh. Bahwa untuk mengajar itu mudah. Yang terpenting kuatkan niat dan jadilah diri sendiri. Keunikan jati diri akan membawa kita kepada kesuksesan. Kata dia sih gitu. Bener juga sih. Hehe.

Acara selesai pukul 17.30, tiga jam setelah acara resmi dibuka oleh bapak Warsito, Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan Undip. Terimakasih Indonesia Mengajar. Kalian memberikan saya sekeranjang inspirasi. Yang mungkin akan saya terapkan di komunitas geodet berbagi.


Dalam perjalanan hidup, semoga semakin baik dan lebih baik. Dalam setiap usaha, IM akan saya jadikan salah satu prioritas tujuan. Semoga Alloh merestui. Kalau-pun tidak tercapai. Memang itu yang terbaik. In GOD we Trust.

Monday, 24 March 2014

Guru Semanis Gula

Posted By: Unknown - 1:42 pm
Semasa kanak-kanak, saya hanya mengenal Gula sebagai suatu hal yang manis. Seiring waktu berjalan dan mulai memahami indah dunia, Gula tak lagi mampu menyatakan bahwa hanya dirinya saja yang manis. Setidaknya itu yang saya rasakan. Pengalaman mengais ilmu di kota gudeg beberapa waktu lalu mampu mengubah persepsi saya mengenai persepsi manis itu sendiri.

Hari ketiga training software surveying di PT. Frasta Education Training Centre berasa berbeda dari hari sebelumnya. Keenam kawanku mungkin biasa saja menyambut hari itu. Tapi tidak dengan diriku. Aku menyambutnya dengan penuh harap. Tak sabar rasanya. Menuntut ilmu kepada perempuan yang menurutku pantas untuk aku idamkan. Setidaknya sampai tulisan ini selesai aku buat.

Wajahnya oval, bibir paruh burung lembut, terlihat manis saat tersenyum. Tak sedikitpun bedak yang menempel diwajahnya. Cerah dan begitu alami. Yang selalu aku ingat, sebuah bros berbentuk bunga matahari ia hiaskan di depan pundak sebelah kiri. Mengikat kain kerudung lebar berwarna kuning nan indah.

Hari itu ia nampak anggun memakai baju lengan panjang warna coklat muda bermotif bunga. Tak bergitu longgar, namun tak memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ia pandai menyingkap aurat. Mahkota paling berharga. Rok panjang perpaduan warna kuning, merah dan sedikit garis coklat menyempurnakan penampilan. Sepatu sandal warna hijau tua menemani setiap inchi langkah anggun.

Gaya bicaranya lembut, seperti perempuan jawa kebanyakan. Walau kurang keras, namun begitu mendengung digendang telinga. Merdu seperti melodi. Jarang ia terlihat serius. Lebih banyak senyum dan tertawa walau kadang hanya sesimpul. Terbayang jika suatu saat sudah bekerja dan kembali kerumah, melihat istri tersenyum simpul semanis dirinya, pasti hilang semua beban, walau menumpuk sebesar Brontosaurus.

Ia lulusan Diploma UGM, Jurusan sama dengan diriku, Geodesi. Pintar sudah pasti. Pelatihan software Surpac mudah ia paparkan. Kami juga mudah mengerti. Kurang apa coba? Cantik iya, Pinter iya. Walau kurang mengerti seperti apa kepribadiannya. Paling tidak, apa yang nampak sudah mampu memperlihatkannya. Pakaian yang anggun namun tak melanggar aturan agama cukup mengatakan bahwa ia seorang yang patuh terhadap aturan, terutama aturan agama yang ia yakini.

Ingin rasanya menulis lebih banyak tentang dirinya. Namun, hanya sebentar saja diriku bertegur sapa. Itupun sebatas formalitas trainer dan peserta. Terlebih, setelah tahu dia sudah menikah, baru beberapa bulan yang lalu, oktober kalau tidak salah dengar.

Saat ia mengatakan, saya sudah menikah beberapa bulan lalu,  aku lantas berfikir dalam, “andaikan aku yang jadi suaminya!” hahaha. Tapi itu nggak boleh aku lakukan, walau hanya sebatas alam khayal. Itu pasti datang dari setan. Sudah saya buang saat itu juga.

Namanya Widya, lengkapnya aku tak tahu. Ia angkatan 2008, berumur dua tahun lebih diatasku. Semoga ia bahagia bersama keluarga yang baru ia bina. Kalau aku bisa bertemu suaminya, aku mau bilang, ”anda orang beruntung.” Semoga suatu saat aku mengalami nasib yang jauh lebih beruntung dari suami mbak Widya.

Aamiin.

Andai semua guru itu manis dan bersahaja. Andai saja.

Saturday, 25 January 2014

Nol Sepuluh Ketiga

Posted By: Unknown - 1:07 pm
Yooman 3rd Anniversary

Hay kawan

Lama tak jumpa selama beberapa bulan ini. Hanya beberapa keluarga Yooman yang masih menikmati rintih hujan tiap pagi hari di tembalang. Tembalang terasa sunyi. Sunyi sepi begini, imajinasi membimbingku untuk memikirkan kalian.

Mungkin perasaan yang sama atau bahkan jauh lebih dari ini akan aku rasakan tahun depan, tahun dimana aku uda harus bertarung di arena kerja, semoga ditahun ini banyak diantara kita yang bisa wisuda, segera memberi kebahagiaan dalam senyum orang tua kita.

Ada jumpa, ada perpisahan. Itu uda sunat -ketentuan- Tuhan. Walau Tuhan kita berbeda - beda, setidaknya kita saling membantu diantara kita untuk dekat dengan Tuhan, sedekat kita mampu mendekati-nya.

Karena apa? karena Tuhan-lah yang mampu menjaga janji kita. Kita tidak ada kuasa sama sekali. Maka, mohonlah kepada Tuhan agar selalu menemani kita, hingga janji kita disini mampu kita penuhi. Aamiin.

Itu sedikit dari saya. Kemaren uda ada edisi pertama dan kedua, ini edisi yang ketiga.

Pertama Si Komting, Deni
Pinter (akademik menonjol)
Murah senyum
Friendly
Rajin
Berkemauan
Berpendirian kuat
Baik hati
Tetep semangat menjaga angkatan ya Pak
Berjodoh sama NW (Natural Wife)
Sukses ting!

Kedua, Dzaki Adzan
Pinter
HiperAktif. Kormat ideal
Serba tahu semua hal
Trauma mendalam sama kalkulator metrik
Mau diajak susah
Tertutup soal asmara
Setia kawan, coba tanya Adit 
Mudah bergaul, walau sama orang yang baru kenal
Jek, ada saran dari caca nih. dalam bercanda, sedikit ngatain itu 'wajar', jadi, lu musti buang hal-hal yang jelek dan jangan di masukin ke hati. Be a good boy.  


Ketiga, Risa
Rajin kuliah
Aktif di luar kampus
Lebih cinta budaya jawa daripada saya (jawa aseli)
Member kesenian jawa undip
Cinta orang tua
Di SMA dulu dapet prestasi, paskibra kalau nggak salah
Pencari beasiswa, hehe, sering bareng ngurus surat ke dekanat.
Friendly
Rendah hati
Orang baik - baik


Keempat, Andika
Keren cui.
Pinter dan cukup berwawasan, kritis pula.
Nasionalis.
Punya masa lalu luar biasa, prestatif, tinggal menggenggam-nya kembali di masa sekarang.
Lebih rajin aja ka, rajin ngampus, belajar, bersih - bersih kamar, kurangin main FM, Tanjung Selor menantimu.


Kelima, Mega
Cantik, ya kan man?
Rajin ngampus
Aktif kalau praktikum
Pinter
Perhatian
Sederhana dan apa ada-nya
Penyayang
Mau bekerja keras
Kan uda ketemu sama jodoh, belajar aja jadi jodoh yang baik, hehe
Selamat ya Mega dan Lukman, sukses buat kalian, dunia akhirat

Keenam, Cya
Sosialis
Perhatian sama orang lain
Cewek rajin
Pinter dan sering ngampus
Lucu
Suka jalan - jalan
Maniac foto, semacam syndrom lensa kamera
Penuh semangat
Buat Cya, lanjutin aja yang uda baik di dalam dirimu
Makin akrab sama "keluarga besar"


Ketujuh, Andu
Dewasa
Jago ngomong -senator-
Bijak
Berwawasan luas dan kenyang pengalaman
Cerdas menatap masa depan
Pandai membaca situasi dan cukup pandai menilai orang lain
Suka bercanda
Supel
Hanya saja kurang beruntung dalam akademik 
Semangat mas, wisuda, jodoh, dan masa depan menanti


Kedelapan, Galih
Sangar
Gagah dan berperawakan tegap
Suka main
Nggak enakan sama orang lain, tepatnya menghargai perasaan.
Jiwa sosialis tinggi
Masih menghargai tata krama -sopan santun- dalam adat jawa
Suka bercanda
Suka membela sesama teman
Sayang dan suka kangen sama keluarga
Bos ASTRO -suporter geodesi-


Kesembilan, Yesmon
Pinter banget
Rajin ngampus, rajin ngerjain tugas
Jago ngomong
Tegas dan bisa diandalkan
Tipe cewek strong
Pandai nyenengin hati orang lain
Suka curhat
Lucu dan suka bercanda
Sayang keluarga
Sekuat-kuat-nya cewek pasti butuh sandaran, semoga cepet ketemu sama yang tepat.



Kesepuluh, Alvian Korea
Sebelum Alvian Korea, dia adalah Alvian BEM
Tipe anak pinter dan aktif, sebelum ke Korea, dia adalah anak BEM
Pengusaha properti
Berkemauan
Rajin belajar
Bercita-cita tinggi, nggak kayak penulis
Member of international office ICT Undip
Tipe orang sibuk
Berfikir out of the box, diluar anak-anak kebanyakan
Tetep semaangat buat calon orang sukses satu ini, Hwaiting -semangat-


Terimakasih

Catalog : 

Saturday, 18 January 2014

Ku lupakan KKN di bulan Januari

Posted By: Unknown - 6:24 am

Foto KKN Tematik Desa Genting
Kuliah kerja nyata, salah satu syarat kita sebelum seminar tugas akhir. Sangat identik dengan terpencil, susah sinyal dan kisah kasih, katanya.

KKN tak ubahnya sebuah pemberhentian level aman dalam kuis Who Want to be A Milliuner. Ketika benar kita naik level, ketika salah kita tak akan turun level. Posisi paling enak dalam sebuah perjalanan panjang menuju titel sarjana.

Nulis KKN jadi keinget sebuah tragedi kemanusiaan yang menimpa beberapa kawan Yooman di semester 7 lalu. Aku pribadi turut bersedih hati ya kawan.

Kisah bermula di akhir bulan juli. Saat aku, ageng dan dwi uzteqyah kerja praktek di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang. Karena kami yang paling deket kampus, dan teman-teman pada mlencar kemana-mana, jadilah aku sama ageng nanyain perihal sks KKN ke Dekanat.

Jadi kita nanya ke pak Happy –sub bag akademik– di ruang kerjanya, “pak, temen-temen mau nanya, kan KKN pada pengen bulan januari, kalau sks KKN di taruh di semester 8 bisa pak? Jadi semester 7 ini sks KKN di kosongin dulu pak, istilahnya nyimpen nilai dulu, soalnya-kan di semester 8 banyak sks yang nganggur (nggak kepakai)  pak!.”

Pak Happy merespon, “iya nanti saya tanyakan dulu ke PD I –pembantu dekan 1– dulu mas.”. setelah menunggu, esok harinya kita dapet jawaban, “bisa mas, nggak papa sks KKN dikosongin dulu di semester 7-nya.”. Raut wajah kami ceria.

Malam hari-nya, Ageng pasang status di FB grup angkatan, “teman-teman, kita bisa ambil 0 sks KKN di semester tujuh ini, sampai jumpa di bulan Januari, hehe. Makasih.”

Kebanyakan komentar adalah Alhamdulillah, Puji Tuhan, Yeeiiii, Horeee dan lain-nya. Dengan 0 sks, mereka bisa memaksimalkan sks di semester 7 untuk memperbaiki beberapa nilai.

Seiring berjalannya waktu, kaum Yooman hidup dengan bahagia dan semua berjalan begitu damai seperti biasa, hingga semua itu berubah saat negara api menyerang. Ya, negara api. Bukan pengendali api macam negeri avatar, tetapi cukup memicu kepanikan publik.

Muka panik merembet ke anak-anak Yooman yang terlanjur meniadakan sks KKN di semester 7. Awan hitam mendung mau hujan lebat dan angin kencang mampu mereka ilustrasikan sendiri. Bagaimana tidak. Ada kabar burung yang mengatakan, “kata pihak jurusan, kita nggak bisa ambil KKN bulan Januari, karena sks KKN nggak kita ambil di semester 7!!!”.

Doorrrr. Bayangan KKN bulan Januari kian menjauh, fakta memang berjalan tidak seperti perkiraan. Tuhan yang menentukan, kita hanya lurusin niat aja. Walau kenyataan bulan Januari tetep nganggur. 

Alhasil, bulan Januari kini menjadi bulan holiday bagi sebagian Yooman. Bulan yang seharusnya mereka ber-KKN ria dan menikmati kegiatan kampus terakhir. Tapi, kalian harus melupakan-nya dan harus mulai menatap bulan Juli, bulan dimana kita seharusnya fokus menghadapi Tugas Akhir (TA). Ya nggak papa lah.

Berbahagia-lah yang sedang KKN, terlebih yang uda KKN Tematik bulan oktober silam. Dan semangat buat yang belum bisa KKN awal tahun ini. Eehhh, kata nya bulan april bakalan ada KKN Tematik, jadi kalian masih ada banyak kesempatan.

Ya apapun takdirnya, pasti itu yang terbaik. Yang senggang bisa gunain waktu di bulan Januari dan Februari untuk mencari judul Tugas Akhir, syukur-syukur kita mampu merencanakan dengan matang seperti apa TA kita. Nyicil dulu lah ya.

Kenyataan bukan kita yang berkehendak, lurusin aja niat, jangan nyalahin pihak lain. ambil celah kebaikan aja, walau itu berada di lubang kenyataan pahit. Semoga birokrasi bisa lebih baik lagi kedepannya. anggep aja salah komunikasi dekanat dan jurusan.


Semangat Yooman ... Keep Positif dan Keep Smile (bukan YKS).

Friday, 17 January 2014

Selamat Ulang Tahun, Nu

Posted By: Unknown - 11:21 pm



Maaf agak maleman baru buat tulisannya Nu, dari pagi sampai sebelum jum’at-an masih sibuk ngerjain laporan KP. Abis jum’atan sampai maghrib ngajarin ArcGIS di kontrakan caca. Abis isya’ ngopi sama anak – anak sampai jam 10.47 baru bisa nulis.

Mau nyampein ucapan selamat ulang tahun aja Nu. Semoga umur mu tambah berkah, KKN bisa maksimal membantu masyarakat, itu bukti nyata kita telah turut turun tangan memperbaiki keadaan masyarakat. Jangan dianggep beban karena syarat kelulusan, inget, ikhlas itu jaminan keberhasilan.

Sekalian pengen buat satu kenangan lewat tulisan sih. Mungkin empat semester lalu kita kan masih sering ketemu, bahkan hampir tiap hari ya, mulai dari kuliah sampai liputan bareng. Tetapi sekarang uda jarang, maaf ya Nu, soalnya aku sedang fokus mengkaji makna kehidupan dan esensi beragama yang bener, sama sesekali nulis kalau ada waktu senggang.

Ya walau begitu, tetapi aku do’ain moga-moga sukses makin dekat, jodoh yang masih belum nampak segera di perlihatkan, hehe. Untuk ini aku juga minta do’ane Nu, hehe.

Momentum uda oprec angkatan ke empat Nu, beberapa tahun sudah berlalu, jasa mu pasti bermanfaat untuk mereka. Pun dengan ku juga.

Karena dulu kamu yang tawarin untuk ikut oprec Momentum, dan aku langsung ikut, dari momentum, aku ngenal bagaimana orang-orang sukses meraih kesuksesan, orang spiritualis memahami kepercayaan-nya, sampai bagaimana orang akademis memperoleh IPK tinggi dan prestasi.

Harapanku sih, kita memperoleh banyak hal dari media kampus dan serba – serbi yang menyertai-nya. 

Ya walau semester ini uda jarang ketemu, tapi kamu tetep teman terbaik. Mungkin sikap mau membantu dan memahami seorang teman akan aku ceritakan dengan baik ke anakku kelak. Biar jadi pembelajaran baik untuk-nya.

Nu, semoga kita selalu berada dalam naungan rahmat Allah. Juli kita bisa wisuda bareng. Kita buktikan ke anak baru momentum, kalau jadi wartawan kampus itu mampu mempercepat kelulusan, hehe. 

Semoga Nu. Biar bapak ku yang lulus SMP bisa ketemu bapak mu yang lulusan STM, kita buktiin bareng kalau setiap mimpi dan usaha akan berbuah manis.

Biarin aja bapak dan ibu kita menitihkan air mata. Bukan karena sedih, tapi karena mereka bangga, segala yang mereka usahakan, nggak kita sia-sia kan. Biar nggak sia-sia bapak mu panas-panasan di hamparan pertambangan, aku juga mau membalas keringat bapakku di ladang sumur bor.

Sukses lah Nu. Allah nggak sia-sia in usaha dan do’a kita. Aamiin.


Selesai 11.08 di kamar chaca. Salam dari anak-anak kontrakan.



Thursday, 16 January 2014

Nol Sepuluh Kedua

Posted By: Unknown - 12:14 am
Yooman 3rd Anniversary
Kemaren ada yang nanyain. "mana nol sepuluh kedua?". iya. ini uda ada kok.

Ya, itu-lah guna-nya seorang teman, mengingatkan ketika kita lupa, menanyakan ketika kita diam, dan memberi semangat ketika kita lelah.

Menurutku, kehidupan itu seperti ombak, kadang pasang, tapi tak jarang pula surut. namun, yang namanya ombak pasti akan terus bergerak sesuai arah hembusan angin, tak mungkin untuk melawan-nya.

Begitu pula dengan perjalanan ke-keluargaan kita, akan terus berjalan sesuai alur pendidikan sarjana. pasang surut hidup sebagai mahasiswa telah kita lalui. pun dari sisi nilai mata kuliah, yang kita dapati kadang pasang dan sering surut.

Yooman, ketahui-lah, ombak yang besar suatu saat pasti akan memecah sebuah karang, aku ibarat-kan karang itu adalah permasalahan hidup.

Semangat buat keluargaku Yooman, di luar sana pasti ada banyak tantangan yang menantimu, tapi percaya-lah, lambat laun pasti akan ter-urai juga.

Nol Sepuluh Kedua bertema "semangat", buat yang lagi KKN, KP, Magang, TA, dan Liburan pun tak apa. Semangat dengan apa pun aktivitas kalian.

Pertama, I'ik
Dia temen satu SMA ku
Calon istri ideal (tentu buat alfin, setidak-nya sampai artikel ini dibuat, selebihnya, Wallahu A'lam, Tuhan yang lebih tahu, kita do'ain aja)
Penuh semangat
Perhatian, sama Alfin. hehe. enggak kok, sama temen2 juga
Pinter pasti
Rajin apalagi (salah satu donatur buku sakti)
Murah senyum, (liat aja foto-nya)
Baik hati
Orang bener

Kedua ada Monic
Semester awal jarang ngobrol sama dia.
Baru momen berbagi nasi kemaren aku bisa lebih ngenal Monic, 
Bapak-nya orang militer. 
Rumah bapak-nya disana, di Semarang bawah,
Baik. 
Peduli sama kegiatan sosial.
Rajin lho, (elemen penting wanita)
Dia orang-nya Friendly.
Enggak aneh-aneh kalo menurutku, tipe ibu rumahan.
Kalem dan nggak rewel.


Ketiga, ada Arin
Rajin kuliah,
Mahasiswi ideal dimata akadimisi.
Ceria.
Aktif. 
Tentor les privat, -sms aja kalau mau-
Cantik to? Coba tanya pipit.
Perhatian sama temen.
Baik hati.
Orang bener.
Semangat bu.


Keempat, Ariescha
Futsal. kata pertama buat ariescha, CEO Kalkulus FC
Baik hati.
Suka mengalah.
Bukan tipe orang egois, namun sebaliknya.
Kalau soal kuliah kayaknya sama kayak aku, biasa waee. hehe.
Dia pendiem.
Pekerja keras lah ya, dia bisa ditawarin order kaos, jaket, dll.
Anak yang pengertian sama orang tua.


Kelima, Rudi
Gaya-nya paling modis dan terbaru se-Yooman.
Dia suka kebersihan (kamar kosnya bersih, wangi)
Suka jalan-jalan.
Foto.
Dia friendly, sama cewek cowok.
Jarang mau ngrepoti orang lain.
Cinta keluarga.
Update.
Rajin ngampus.

Keenam, Sandy
Gooners.
Fisik-nya ideal, bagus kalau mau dibentuk.
Permasalahan di bawa enteng aja.
Suka bercanda.
Ngomong-nya kayak Anggi, "Medhok" jawa.
Tipe bos geng.
Masih mau berangkat kuliah.
Enggak ribet.
Simpel.
Semangat anak muda.

Ketujuh, Gilang
Uncategorized.
Belum ada kategori manusia kayak dia. 
Dia itu "Sang dewa". Dalam satu kelompok praktikum, dia adalah nyawa dalam tim, kalau gilang nggak ada, mati-lah satu kelompok tersebut.
Minalisti.Gilangimovic.
Tapi dia itu baik banget.Peduli.
Mungkin yang paling aku inget, dia kalau di ejek enggak pernah marah, pasti ketawa, maka-nya, kalian yang punya bakat ngejek, aku saranin objek-nya Gilang aja.
Maaf lang kalau aku banyak salah. Terakhir, do'a saya,
"suatu saat pasti ada wanita yang melihat kebaikan besar-mu lang" Aamiin.

Kedelapan, Singgih
Singgih, anak SNMPTN banget.
Pinter. Rajin kuliah.
Tugas nggak pernah lupa.
Baik.
Belum pernah liat dia marah.
Friendly.
Nggak pernah menang main PES, di masih selevel sama gilang.
Dia dididik jadi orang mapan sama orang tua-nya.
Enggak egois.
Mau kalau di repotin orang lain.

Kesembilan, Wiwid
Dari foto juga uda keliatan.
Ceria. 
Suka main.
Dibawa enteng aja lahhh.
Dibalik penampilan, jiwa-nya masih lurus.
Orang-nya baik.
Peduli sama keluarga dan masa depan.
Rajin ngampus ya wid. hehe.

Kesepuluh, Frandi
Chelsky, The True Blues, 
Kalau ketemu pasti bahas chelsea.
"chelsea menang semalam!" dengan logat khas batak. 
Kritis.
Suka bercanda. Orang-nya enak.
Kece kalo peke ninja item itu, hahaha.
Rajin-rajin ngampus ya bang. biar bisa sukses bareng.


Catalog :

Nol Sepuluh Pertama

Saturday, 11 January 2014

SLB Semarang, Sekolah Inspirasi

Posted By: Unknown - 6:34 am
Pak Ciptono Kepala Sekolah
SLB Semarang
Kamis, 9 Januari 2014, ada sebuah pesan di facebook. “besok jam 8 mlm  nonton kick andy ya. Ada pak ciptono dan temen-temen dari SLB Semarang lho. Sukses.” pesan singkat dari Wury. Seorang temanku yang memiliki kebutuhan khusus.

Dia seorang tuna rungu. Pertama kali kita bertemu pada bulan desember 2012 di aula gedung Bank Indonesia kawasan simpang lima, saat itu dia duduk di bangku SMA LB Semarang. Kala itu dia turut serta dengan pak Ciptono dan anak didiknya yang lain untuk memberikan ispirasi kepada kami, saat itu kami sebagai penerima beasiswa Bank BI.

Dan hari ini, jum’at tanggal 10 Januari 2014, aku kembali menyaksikan mereka di layar kaca metro tv. Di acara kick Andy, satu dari sedikit program televisi yang bermutu. Saran buat anda yang ingin cerdas bermedia.
Aku dan Rawkee
Perasaanku dibawa ke 13 bulan yang lalu. Saat aku mengajukan diri untuk dilukis oleh Rawkee, seorang tunarungu yang berbakat dalam menggambar. Foto profil di blog ku ini adalah hasil tangan-nya.

Pagi itu aku dibuat terperanjat. Aku disadarkan oleh pak Ciptono, bagaimana seharus-nya memperlakukan mereka yang terlahir istimewa. Dia selalu mengingatkan, bahwa mereka bukan suatu beban ataupun produk gagal, tetapi mereka-lah sumber inspirasi bagi seluruh manusia.

Benar. Ketika kita mengeluh tentang hal kecil, kenapa kulit agak hitam! Hidung kurang mancung! Badan kurang tinggi!. Lihatlah, mereka tak mengeluh sama sekali. Hanya ada senyum dan semangat didalam hati mereka. Astaghfirullah, jadi malu sendiri jika masih mengeluh.

Kharisma
Diantara mereka ada yang bernama Kharisma, seorang anak autis yang memiliki kemampuan luar biasa. Ia percaya diri, memiliki ingatan yang tajam, serta mampu bernyanyi. Bahkan ia memiliki sebuah band yang semua personel-nya adalah anak autis. Beberapa rekor muri berhasi mereka pecahkan.

Memang benar mereka memiliki kebutuhan khusus, dan sudah selayak-nya kita mem
perlakukan mereka dengan spesial pula. Kembangkan bakat dan kemauan mereka, asalkan tidak sampai dipaksakan. Jangan sampai kita mengucilkan mereka karena kekurangan-nya. Karena saat ini banyak anak berkebutuhan khusus yang terjebak di jalanan dan bahkan di rumah sakit jiwa.

Jika mereka diperhatikan dan diberikan ketrampilan, maka hasilnya akan seperti yang sudah dilakukan oleh SLB Semarang. Mereka memiliki sebuah toko yang menjual batik cipratan, aksesoris, lukisan dan beberapa produk anak-anak SLB lainnya.

Sempat terbersit fikiran untuk berkunjung lagi ke surga pak Ciptono di Meteseh, Tembalang. Deket dari kampus UNDIP kok, hanya 15 menit, tinggal ikutin jalan sigar bencah. Sampai kita menemukan sebuah pasar dan ambil jalur ke kiri menuju sendang mulyo, lurus terus, sebelum tikungan kita akan menjumpai sekolah inspirasi tersebut.

Tifa, Aku, Wury
Ingin rasanya berinteraksi kembali dengan mereka, dengan Kharisma akan ku tanya plat nomor Bengkulu apa? 14 agustus tahun 2010 jatuh pada hari apa?, tentu dia masih ingat, Belajar menggambar bersama Rawkee. Atau bertemu Wury dan Latifah, dua gadis cantik yang pandai memainkan rias. Begitu-lah cara Tuhan memberikan keistimewaan kepada makhluk-Nya.

Mungkin dulu aku berfikir mereka tidak memiliki cita-cita besar, bodoh-nya aku, mereka bahkan memiliki mimpi dan cita-cita jauh lebih besar daripada aku. Begitu tertegun  hatiku saat Tifa meminta do’a saat melaksanakan ujian tes masuk UniBraw. Woow. Sebuah cita besar.

Dan akhirnya ia mampu menapakkan kaki di UB. Di jurusan apa aku lupa. Tapi selamanya aku tak akan lupa, seorang tuna rungu bermimpi besar, banyak mimpi yang ia perjuangkan, dan sebanyak itupula ia mampu meraihnya. Sekedar anda ketahui, dia cantik, tetapi terlahir di keluarga sangat sederhana.

Sungguh, Tuhan telah menjadikan mereka sebagai pengingat akan nikmat-Nya, yang telah Ia curahkan kepada kita. Masih kurang bersyukurkah kita?


 
salah seorang bocah tuna netra
yang menunjukkan kebolehan-nya bernyanyi


Friday, 3 January 2014

Geofis is killing me

Posted By: Unknown - 10:05 pm
Pak BDY beraksi dengan Geofis kebanggaannya
Geodesi fisis, awalnya aku tak merasakan suatu perbedaan, sama seperti mata kuliah geodesi lainnya. Iya, nggak ada yang aneh. Walau geng rajin bilang kalau materi ini agak susah ­–berdasar pengalaman 2009–, tapi seperti biasa, aku percaya diri aja.

Dosen kelas Geofis namanya Bambang Dharmo Yuwono, kita manggilnya BDY, biar hemat energi dan oksigen, efeknya mampu mengurangi pencemaran udara kampus yang mulai menipis, karena banyak nyimpen angkatan tua, semoga mereka cepat diberi kemudahan oleh Tuhan, Aamiin. Pak BDY memulai kuliah dengan enak, walau dia sering telat masuk kelas.

Makin sering kuliah, perlahan  kurasakan suatu keanehan, entah aku saja atau juga dirasakan oleh temen satu kelas. Satu yang pasti tak merasakannya, si Ayu. Dia cewek. Cantik. Pinter. Kurang apa coba? Cuma kurang satu, kurang memahami bagaimana perasaan kami yang tak mengerti materi kuliah –ekpresi raditya dika sedih–. Apa Ayu merasakan betapa sesaknya dada saat pak BDY mulai beraksi di depan papan tulis? mungkin hanya kami.

Andaikan Ayu merasakan, ketika satu kelas di tanya Undulasi, hanya Ayu yang bisa jawab. Owh God. Bagaimana bisa satu kelas membisu, atau pura-pura mati?. Tak berdaya menghadapi serangan bertubi materi gravitasi dan gaya berat relative. Andai Ayu tau –nyanyi–.

Ada pengalaman menarik, sore di hari jum’at, usai ujian penilaian tanah, kita –aku dan pakaya– sholat di masjid MPD sebelum ke kos Ayu. Kita berharap ada sedikit pencerahan. Iya, saat itu dunia kami gelap, karena Geofis.

Berdua kami naik motor Xeon warna orange mirip motor tukang pos yang lagi nganter surat. Motornya masih kotor, laiknya yang  punya. Uda dunia-nya gelap, kotor pula, kasian sekali yang punya motor. Demi geofis, kita telah bulat tekat ke kos Ayu.

Sampai kami di kos Ayu di belakang SPBU ngesrep. 20 Menit kami harus nunggu Ayu dibangunin, shalat, dan dandan. Sejenak, Ayu muncul dari atas tangga. Pakaya dan Ayu memulai diskusi. Bagai orang bego, walau kurang pinter dan mengerti materi, aku coba mengikuti apa yang mereka diskusikan.

Walau aku menatap mata ke arah mereka berdua, tak satupun mereka memperhatikanku, mereka asyik berdiskusi, aku di acuhkan. Resiko menjadi orang bodoh, lebih tepatnya malas belajar. Pesen buat kalian, jadi-lah orang pinter, gampang caranya, jadilah orang rajin. Hanya saja susah ngejalaninnya. Bisa kalau ada niat.

Satu hal luar biasa terjadi, dengan lancar Ayu menjelaskan panjang lebar kepada kami bagaimana memperoleh undulasi tertinggi dan terendah. Baru tadi aku mengenal simbol psi, plm dan lainnya. Hebatnya, tanpa teks maupun buku, Ayu sanggup menuliskan rumus N yang panjang. Gimana bisa? Hanya Ayu dan Allah yang tahu.

Untung, diakhir ngobrol Ayu menawarkan soal UTS kemaren beserta jawaban soalnya kepadaku. Rasanya itu, mau terbang ­–Alay– ke udara bebas. Hahaha. Kata Ayu materi UAS sama dengan UTS kemaren. Jadilah aku pulang kos membawa fotokopi sedikit catatan, soal dan jawaban soal UTS dari Ayu. Si ratu akademik.

Pelajarannya, jangan terlalu takut pada suatu permasalahan. Minta petunjuk kepada Tuhan. Lakukan suatu hal yang masuk akal, seperti minta di ajarin atau belajar bareng Ayu. Ilmu dan solusi akan menyusul di belakang. Akhirnya kita menuai kebaikan. Kayaknya sih gitu, sekian. 

Makasih banyak Ayuuu.


Copyright © 2013 Ghostwriter™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.